Mau Renovasi? Perhatikan Hal-hal Penting ini Sebelum Memulai Proyek

59
Renovasi rumah

Mau Renovasi? Perhatikan Hal-hal Penting ini Sebelum Memulai Proyek

Mungkin banyak acara-acara televisi atau video-video yang mennayangkan bagaimana renovasi rumah selesai dalam hitungan menit. Kenyataannya bukan seperti itu, tapi setidaknya tayangan itu sudah memberikan hiburan kepada pemirsanya.

Berbeda dengan kenyataannya, renovasi rumah ternyata memerlukan perhatian khusus yang sangat penting demi berhasilnya suatu renovasi. Setelah mengetahui hal-hal penting sebelum memulai renovasi rumah (pra renovasi) akan memberi Anda gambaran tentang apa yang harus dicermati dengan baik.

  1. Desain dan Perencanaan

Penting memiliki sketsa atau coretan di atas kertas kecil, rencana arsitektur yang lengkap, atau sekedar serangkaian daftar pemikiran tentang bagaimana renovasi dilakukan nanti. Bila Anda memahami gambaran renovasi fisik rumah secara detail, Anda tidak akan terlalu frustrasi dan mengeluarkan biaya besar untuk memperbaiki kesalahan pasca renovasi. Hal yang terpenting adalah, pastikan Anda memiliki dana untuk renovasi Anda karena renovasi yang “naggung” sangat menyita perhatian dan pikiran.

Buatlah daftar sederhana bagian mana saja yang Anda ingin tukang ahli kerjakan dan bagian apa saja yang tidak. Carilah kontraktor profesional dan berpengalaman untuk pekerjaan yang tidak ingin Anda lakukan sendiri.

  1. Perhatikan kondisi Atap, Fondasi, Rembesan Air, Sambungan struktur dan Jendela

Penting mendahulukan penggantian atau perbaikan atap, perbaikan pondasi, water proofing, memasang atau memperbaiki dinding dan jendela. Proyek utama ini harus dilakukan terlebih dahulu karena proyek selanjutnya akan terkena dampaknya apabila tidak didahulukan.

Pondasi bangunan adalah struktural utama yang harus diperhatikan demi keselamatan dan pastikan semua dinding serta jendela tetap kedap air.

Perbaikan pondasi besar-besaran sangat penting dilakukan pada area seperti dinding yang sudah rapuh, balok dan tiang penyangga.

Gantilah jendela yang rusak parah yang dapat mengganggu proses pengerjaan renovasi di masa mendatang. Jika tidak rusak parah, masukkan kedalam daftar proses renovasi selanjutnya.

Jika pelapis dinding rusak parah sehingga memungkinkan masuknya air, perbaiki atau ganti pelapis dinding tersebut. Jika tidak rusak parah, biarkan untuk nanti dalam proses berikutnya.

Baca Juga: 5 Hal yang Harus Anda Ketahui Sebelum Memilih Kontraktor

  1. Pembongkaran Struktur Bangunan

Menghancurkan dan membuang bagian-bagian rumah yang akan diganti di proyek-proyek selanjutnya.

Sewa jasa untuk membuang reruntuhan atau puing-puing dan hancurkan sebanyak mungkin jika Anda tidak akan tinggal di rumah.

Pembongkaran bangunan

  1. Pertukangan Struktural

Pertukangan yang mendukung pekerjaan lain seperti drywall, dinding baru atau pindah, jendela, pintu, dll sangat penting. DI bawah ini adalah proses pertukangan struktural yang perlu diperhatikan:

  • Memindahkan dinding.
  • Membangun tembok baru.
  • Menambahkan balok untuk dak-dak yang memiliki beban.
  • Menyiapkan pintu baru (sebelum melepas pintu yang ada).
  • Menambahkan kusen untuk jendela bangunan baru, atau memperbesar jendela.
  1. Saluran/pipa Udara (HVAC Ductwork), Rangkaian Kabel listrik, dan Pipa Air

Sangat penting memperhatikan bagian-bagian dinding dan langit-langit saat terbuka.

Waktu yang sangat tepat membuat saluran udara HVAC dan saluran lain adalah pada saat kondisi dinding dan langit-langit terbuka. Perlu dilakukan pengerjaan sistem kelistrikan dan perpipaan baru tentunya dengan tenaga ahli kelistrikan dan perpipaan yang kompeten.

  1. Pemaangan Jendela

Menentukan pemasangan jendela baik keseluruhan rumah atau sebagian sangat berperan penting dalam proyek renovasi rumah. Silahkan periksa kondisi jendela rumah dan putuskan sesuai kebutuhan.

  1. Pelapisan Water Proofing

Melapisi  dinding dan langit-langit perlu dilakukan dengan secepat mungkin. Pastikan kontraktor pelapis water proofing sudah terlebih dahulu disiapkan.

  1. Memasang Partisi dan Palfon (drywall)

Merapikan dinding dan langi-langit rumah dengan sistem drywall gypsum / GRC sangat efektif setelah pengerjaan saluran listrik dan pipa saluran air. Proses pengerjaan tahap seperti ini tidak sebentar, mulai dari memasng, menyambung, merekatkan dan merapikan dengan kompon. Setelah kompon/dempul mengering, diperlukan pengampelasan dan proses ini bisa dilakukan berulang kali.

  1. Tukang Kayu yang Baik

Proses pertukangan selanjutnya memerlukan tukang ahli kayu yang kerjanya halus dan rapi seperti pemasangan alas tiang dari kayu, profil, lis kayu di sekitar jendela dan pintu, elemen lain seperti rak buku, rak sudut dll.).

Tukang kayu yang baik dan terampil akan memberikan sentuhan akhir pada rumah Anda.

  1. Lukisan Dinding, Wallpaper, dan Finishing Permukaan Lainnya

Semua finishing permukaan yang berorientasi pada detail ini harus menjadi salah satu hal terakhir yang Anda lakukan di dalam ruangan karena pekerjaan ini dapat merusak pekerjaan Anda yang lain.

Haruskah Anda mengecat sebelum memasang atau mengampelas lantai Anda atau sebaliknya? Ini sering menjadi pertimbangan yang bisa diperdebatkan. Memasang lantai terlebih dahulu berarti ada kemungkinan cat akan mengenai lantai. Pengecatan terlebih dahulu berarti pengampelasan lantai dapat mengikis dinding rumah Anda. Tentukanlah kontraktor yang mengerti akan hal ini.

  1. Pemasangan Lantai

Kerusakan lantai yang signifikan dapat dihindari dengan memasang lantai di akhir proses renovasi.

  1. Gudang Sementara

Bangunan sementara yang sederhana untuk membantu proses renovasi itu perlu.

Demikian hal-hal yang perlu Anda perhatikan sebelum proses renovasi (pra renovasi) agar dapat menentukan dana dan waktu yang diperlukan. Dengan mengetahui poin-poin ini diharapkan akan mengurangi kerugian atau kesalahan-kesalahan yang terjadi selama proses renovasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here